Semua Penulis
I

Inayati Khoirunnisaa

lainnya

1

Artikel Terbit

197

Total Dilihat

2026

Menulis Sejak

Lipia banda acehDi rumah Guru: Ustadz Kholid Basalamah dan ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

1. Menjaga Kemurnian Dakwah (Dakwah Ilmiah) Motivasi utama adalah keinginan untuk berpartisipasi dalam menyebarkan pemahaman agama yang bersumber langsung dari Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat (salafush shalih). Menjadi penulis berarti menjadi garda terdepan dalam meluruskan pemahaman-pemahaman yang menyimpang di tengah masyarakat. 2. Sarana Amal Jariyah melalui Tulisan Menulis adalah bentuk dakwah yang bersifat abadi. Dalam tradisi manhaj salaf, ilmu adalah warisan para Nabi. Dengan menulis artikel, buku, atau konten dakwah, seorang penulis berharap ilmu yang disebarkan akan terus mendatangkan pahala (jariyah) selama tulisan tersebut dibaca dan diamalkan oleh orang lain, meskipun penulisnya telah tiada. 3. Tazkiyatun Nafs (Pembersihan Jiwa) Proses menulis menuntut seseorang untuk banyak membaca (muthala'ah), merujuk pada kitab-kitab para ulama, dan mendalami dalil. Aktivitas ini secara tidak langsung memaksa penulis untuk terus belajar dan memperbaiki diri sendiri sebelum menyampaikan ilmu kepada orang lain. Ini adalah bentuk komitmen untuk terus berada dalam koridor ilmu. 4. Membangun Literasi Islam yang Kredibel Banyak informasi agama di internet saat ini bersifat dangkal atau tidak berlandaskan dalil yang kuat. Motivasi bergabung di lembaga yang terstruktur adalah untuk memberikan alternatif bacaan yang akurat, berdasar (berdalil), dan bertanggung jawab secara ilmiah, sehingga masyarakat mendapatkan edukasi yang benar. 5. Lingkungan yang Mendukung (Support System) Menulis dalam sebuah lembaga memberikan keuntungan berupa adanya kurasi dan tashih (koreksi) dari asatidzah atau tim ahli di lembaga tersebut. Ini memberikan rasa aman bagi penulis bahwa apa yang disebarkan tidak keluar dari koridor syariat dan terhindar dari kesalahan pemahaman, karena adanya proses check and balance dalam tim.