Bismillah
Biografi Ustadz Aunur Rofiq Ghufron
Di tengah perkembangan dakwah Islam di Indonesia, nama Ustadz Aunur Rofiq Ghufron dikenal sebagai salah satu dai yang istiqamah dalam menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah. Beliau dikenal luas sebagai pendidik, pembina pesantren, dan pengajar ilmu syar’i yang memiliki semangat luar biasa dalam berdakwah.
Perjalanan hidup beliau penuh dengan perjuangan, kesabaran, dan pengorbanan dalam menuntut ilmu maupun menyebarkan dakwah Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih.
Nama dan Tempat Lahir
Ustadz Aunur Rofiq Ghufron lahir di Desa Srowo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada 1 September 1956. Beliau tumbuh dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai agama dan semangat belajar sejak kecil.
Perjalanan Pendidikan
Sejak kecil beliau telah menempuh pendidikan agama di Madrasah Ibtidaiyyah Sidayu. Setelah itu beliau melanjutkan pendidikan di PGA Muhammadiyyah sebelum akhirnya belajar di Karang Asem Paciran Lamongan. Semangat beliau dalam mencari ilmu sudah terlihat sejak muda.
Dengan izin Allah Ta’ala, beliau kemudian melanjutkan studi ke Universitas Imam Muhammad bin Saud di Riyadh, Arab Saudi pada jurusan Ushuluddin dan lulus tahun 1982.
Perjalanan menuntut ilmu tersebut tidak mudah. Dalam masa studinya, beliau hidup sederhana dan pernah bekerja sambilan demi mencukupi kebutuhan belajar. Ketekunan dan kesabaran inilah yang menjadi salah satu pelajaran penting dari kehidupan beliau.
Semangat Menuntut Ilmu
Salah satu sifat yang paling menonjol dari beliau adalah semangat belajar yang tinggi. Meski usia terus bertambah, beliau tetap menghadiri dauroh, majelis ilmu, dan aktif membaca kitab.
Beliau dikenal memanfaatkan waktu dengan sangat baik. Bahkan ketika safar atau berada di perjalanan, beliau tetap membaca, muroja’ah hafalan, dan mengulang pelajaran.
Guru-Guru Ustadz Aunur Rofiq Ghufron, Rahimahullah
Dalam perjalanan menuntut ilmu, Ustadz Aunur Rofiq Ghufron, Lc mengambil ilmu dari banyak masyayikh dan ulama, terutama ketika belajar di Arab Saudi. Di antara guru-guru beliau yang disebutkan dalam beberapa biografi dan penuturan murid-muridnya adalah:
- Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
- Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
- Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
- Syaikh Abdullah Al-Ghudayyan rahimahullah
- Syaikh Shalih As-Suhaimi hafizhahullah
- Para dosen dan masyayikh di Universitas Imam Muhammad bin Saud Riyadh
Selain itu, beliau juga banyak mengambil faedah dari para ulama Ahlus Sunnah yang datang ke Indonesia dalam dauroh-dauroh ilmiah.
Perjalanan ilmiah beliau sangat dipengaruhi oleh manhaj para ulama salafiyyin, terutama dalam perhatian terhadap tauhid, sunnah, dan pembinaan aqidah umat.
Perjuangan Dakwah
Sebelum kembali ke kampung halamannya, beliau sempat berdakwah di Pontianak selama beberapa tahun. Setelah pulang dari Arab Saudi, beliau aktif berdakwah di Kediri. Namun perjalanan dakwah tersebut tidak selalu mudah.
Berbagai ujian pernah beliau hadapi, mulai dari intimidasi, fitnah, hingga ancaman. Meski demikian, beliau tetap bersabar dan terus melanjutkan dakwahnya.
Pada tahun 1989, beliau mendirikan Pesantren Al Furqon di kampung halamannya dengan modal sederhana dan dukungan masyarakat sekitar. Dari pesantren inilah lahir banyak dai dan penuntut ilmu yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.
Fokus Dakwah Tauhid dan Sunnah
Dalam pengajaran, beliau sangat menekankan pembahasan aqidah dan tauhid. Kitab-kitab yang rutin beliau ajarkan banyak berkaitan dengan aqidah Ahlus Sunnah, tafsir, hadits, dan pendidikan akhlak.
Beliau dikenal istiqamah mengajarkan kitab-kitab para ulama salaf serta mendorong para santri untuk memahami agama berdasarkan dalil yang shahih.
Murid dan Pengaruh Dakwah
Melalui pesantren dan majelis ilmunya, banyak murid beliau yang kemudian menjadi dai, pengajar, dan pengasuh pesantren di berbagai wilayah Indonesia.
Peran beliau dalam membina generasi penuntut ilmu menjadikan dakwah sunnah semakin berkembang di berbagai daerah. Banyak alumni pesantren yang kemudian aktif mengajar dan membuka lembaga pendidikan Islam.
Beberapa murid beliau yang cukup dikenal di dunia dakwah sunnah di Indonesia di antaranya:
- Abdullah Roy
- Aris Sugiyantoro
- Arif Fathul Ulum
- Abu Ibrahim Muhammad Ali
- Ahmad Izzah Abu Hammam
- Ahmad Sabiq Abu Yusuf
- Syahrul Fatwa
- Yusuf Abu Ubaidah As-Sidawi
Disebutkan juga bahwa alumni dan murid beliau tersebar di berbagai daerah Indonesia dan banyak yang mendirikan pondok pesantren sendiri.
Karya dan Kontribusi Ilmiah
Walaupun lebih fokus pada dakwah lisan dan pendidikan, beliau juga menulis beberapa karya ilmiah dan bahan pembelajaran. Salah satu karya yang cukup dikenal adalah kitab tentang kaidah bahasa Arab yang digunakan di berbagai lembaga pendidikan Islam.
Selain itu, beliau aktif menulis artikel dan materi pendidikan Islam untuk majalah dakwah dan pendidikan keluarga.
Untuk tulisan dan karya beliau, Ustadz Aunur Rofiq dikenal aktif menulis di:
- Majalah Al-Furqon
- Majalah Al-Mawaddah
- Maribaraja.com
Beliau juga dikenal memiliki kitab pelajaran bahasa Arab seperti “Mukhtarot” yang dipakai di sebagian lembaga pendidikan Islam.
Keteladanan dan Akhlak
Orang-orang yang dekat dengan beliau sering menyebut sifat sabar, semangat dakwah, dan kesederhanaan sebagai karakter utama beliau. Dalam berbagai keadaan, beliau tetap berusaha mengajar dan berdakwah meskipun sedang sakit atau menghadapi kesulitan.
Beliau juga dikenal sebagai pribadi yang dermawan, suka membantu secara diam-diam, dan tidak menyukai pujian berlebihan.
Penutup
Biografi Ustadz Aunur Rofiq Ghufron memberikan banyak pelajaran tentang pentingnya kesabaran, semangat menuntut ilmu, dan istiqamah dalam berdakwah.
Di tengah berbagai tantangan dakwah, beliau tetap berusaha menyebarkan ilmu, membina santri, dan mengajarkan tauhid serta sunnah kepada umat. Semoga Allah Ta’ala menjaga beliau dan memberkahi dakwahnya. Aamiin.
