Biografi Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah
Kelahiran dan Latar Belakang
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah lahir di Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia, pada tahun 1963. Beliau adalah seorang ulama, penceramah, ustadz, dan penulis keagamaan yang dikenal luas di Indonesia sebagai tokoh dakwah berlandaskan manhaj Salaf.
Pendidikan Formal dan Keilmuan
Ustadz Yazid kala itu memulai pendidikan ilmunya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Jakarta, sebuah lembaga pendidikan Islam yang terkenal. Setelah itu, beliau melanjutkan studi ke Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Arab Saudi, di mana beliau memperdalam ilmu agama Islam dengan berguru kepada ulama besar seperti Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dan Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin al-Abbad.
Beliau juga dikenal memiliki kecerdasan tinggi dalam mempelajari ilmu-ilmu klasik; di antaranya beliau mampu menghafal kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, hal yang hanya sedikit dikuasai oleh para pelajar ilmu pada umumnya.
Karier Dakwah dan Aktivitas
Setelah menyelesaikan pendidikan, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah aktif berdakwah di Indonesia sejak tahun 1990-an. Beliau menjadi salah satu dai yang berperan dalam menyebarkan ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai manhaj Salaf Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Beliau terlibat dalam berbagai aktivitas dakwah, termasuk:
- Menjadi narasumber tetap di Radio Rodja, sebuah stasiun radio dakwah Ahlus Sunnah yang berpengaruh di Indonesia.
- Membina dan mendirikan Pondok Pesantren Minhajus Sunnah di Dramaga, Bogor, yang menjadi pusat pendidikan dan pengajaran Salafi.
- Mengisi pengajian rutin, tabligh akbar, serta kajian ilmu di banyak daerah di Indonesia. Uloom.id
- Bahkan, beliau pernah diundang mengisi kajian di luar negeri, seperti di Jepang dan Malaysia. Uloom.id
Dalam ceramah-ceramahnya beliau sering menekankan tauhid, aqidah, sunnah, bid’ah, dan manhaj Salaf, sehingga menjadi rujukan bagi banyak jamaah yang ingin memahami Islam secara langsung dari sumbernya.
Karena ketegasan pandangannya dalam menolak praktik yang beliau nilai bid’ah dan teguh pada manhaj Salaf, ceramah-ceramahnya pernah menimbulkan kritik dan perdebatan di kalangan umat Islam Tanah Air.
Karya Tulis
Ustadz Yazid adalah seorang penulis produktif yang menghasilkan buku-buku keislaman dalam bahasa Indonesia. Di antara karya beliau adalah:
- Prinsip Dasar Islam
- Mulia dengan Manhaj Salaf
- Syarah Kitab Tauhid
- Syarah Akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
- Prinsip Akidah Ahlus Sunnah
- Mulia dengan Manhaj Salaf
- Prinsip Dasar Islam Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah
- Kedudukan Sunnah dalam Syari’at Islam
- Memahami Kalimat Syahadat
- Syarah Arba’in Nawawi
- Fiqih Shalat
- Sifat Wudhu dan Shalat Nabi
- Ritual Sunnah Setahun
- Panduan Shalat Jum’at: Keutamaan dan Adab
- Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu
- Doa dan Wirid
- Kumpulan Doa
- Ayat Kursi
- Birrul Walidain
- Tazkiyatun Nafs
- Istiqamah: Konsekuen dan Konsisten Menetapi Jalan Kebenaran
- Hikmah di Balik Musibah
- Waktumu Dihabiskan Untuk Apa
- Amar Ma’ruf Nahi Munkar
- Haramnya Darah Seorang Muslim
- Jangan Dekati Zina
- Sedekah Bukti Keimanan
- Hukum Meminta-minta
- Utangnya
- Kiat-Kiat Islam Mengatasi Kemiskinan
- Panduan Keluarga Sakinah
- Taubat: Kewajiban Seumur Hidup
- Jalan Kebahagiaan, Keselamatan, dan Keberkahan
- Dunia Lebih Jelek Daripada Bangkai Kambing
- Hukum Lagu dan Musik
- Wasiat Nabi kepada Abu Dzar
- Wasiat Nabi kepada Ibnu Abbas
- Jihad dalam Syari’at Islam
- dan masih banyak lagi..
Buku-bukunya banyak menjadi rujukan dakwah dan kajian di berbagai lembaga keagamaan di Indonesia.
Pujian dan Pengaruh
Beliau dihormati oleh banyak murid dan dai Salafi Indonesia serta diakui sebagai figur yang konsisten menyampaikan ajaran Islam sesuai manhaj Salaf. Beberapa murid beliau kemudian menjadi dai dan pengajar yang melanjutkan tugas dakwahnya.
Kritik yang Dihadapi
Walaupun banyak yang menghormati dan mengikuti ajarannya, beberapa kelompok Muslim di Indonesia mengkritik pendekatannya yang dianggap terlalu keras dalam menegakkan manhaj Salaf. Kritik tersebut terutama muncul dari kelompok yang berbeda pandangan dalam masalah praktik ibadah dan tradisi lokal.
Wafat dan Warisan Ilmu
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah wafat pada 11 Juli 2024 di Bogor, Jawa Barat, setelah sebelumnya melaksanakan ibadah haji dan mengalami kondisi kesehatan yang menurun. Beliau meninggal dunia dalam usia sekitar 61 tahun dan dimakamkan di Bogor.
Wafatnya beliau menjadi duka mendalam bagi kaum muslimin terkhusus Salafi di Indonesia, dan banyak dai, termasuk Ustadz Khalid Basalamah, dan ustadz-ustadz salafy lainnya menyampaikan belasungkawa dan doa atas kepergian beliau.
Warisan dakwah beliau berupa buku-buku, rekaman kajian, dan pesan-pesan ilmiah tetap menjadi rujukan bagi jamaah hingga kini.
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah adalah salah satu ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang memberikan kontribusi besar terhadap dakwah Islam di Indonesia. Beliau dikenal karena komitmennya menyampaikan ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai manhaj Salaf, karya-karya keilmuan yang produktif, serta perannya dalam pendidikan dan dakwah massa.
Semoga Allah Ta’ala menerima amalnya, melapangkan kuburnya, dan menjadikan dakwah beliau sebagai pemberat amal kebaikan di Hari Kiamat. Amin.
