Alhamdulillahi Rabbil โalamin. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ๏ทบ, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikutnya yang istiqamah di atas tauhid hingga hari kiamat.
Apabila Menyimpang Dari tauhid
Tauhid adalah asas seluruh ajaran Islam dan sumber kemuliaan seorang hamba di dunia dan akhirat. Penyimpangan dari tauhid selalu berujung pada kehinaan, baik dalam bentuk penyembahan makhluk, pengagungan benda, maupun keyakinan batil terhadap selain Allah Subhanahu wa Taโala.
Salah satu bentuk kesyirikan paling tua dalam sejarah manusia adalah penyembahan matahari. Banyak peradaban kuno menjadikan matahari sebagai sesembahan, termasuk bangsa Mesir kuno. Para Firโaun memiliki keterkaitan kuat dengan simbol matahari. Nama-nama raja seperti Ramses mengandung unsur โRaโ, yaitu dewa matahari dalam kepercayaan mereka. Hal ini menunjukkan keyakinan bahwa raja adalah keturunan dewa matahari. Karena itulah bangunan piramida dibuat meruncing, seakan menyatu dengan cahaya matahari. Semua ini merupakan manifestasi ibadah kepada matahari.
Karena fenomena tersebut, Rasulullah ๏ทบ melarang shalat pada waktu matahari terbit dan terbenam. Larangan ini bertujuan memutus seluruh bentuk penyerupaan dengan ibadah kaum musyrikin yang bersujud kepada matahari pada waktu-waktu tersebut.
Allah Subhanahu wa Taโala berfirman:
ููุง ุชูุณูุฌูุฏููุง ูููุดููู ูุณู ููููุง ููููููู ูุฑู ููุงุณูุฌูุฏููุง ููููููู ุงูููุฐูู ุฎูููููููููู
โJanganlah kalian bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan keduanya.โ (QS. Fushshilat: 37)
Orang yang bertauhid memahami bahwa seluruh makhluk adalah ciptaan yang lemah dan bergantung kepada Allah. Karena itu, tidak satu pun dari mereka pantas disembah. Nabi Ibrahim โalaihis salam membantah kaumnya dengan logika tauhid yang sangat jelas. Ketika beliau melihat patung-patung yang diberi persembahan, beliau berkata:
ุฃูููุง ุชูุฃูููููููู
โMengapa kalian tidak makan?โ (QS. Ash-Shaffat: 91)
Ini adalah sindiran bahwa sesuatu yang membutuhkan makanan adalah makhluk yang lemah dan tidak layak menjadi sesembahan. Allah juga membantah penyembahan terhadap Nabi โIsa dan ibunya dengan firman-Nya:
ููุงููุง ููุฃูููููุงูู ุงูุทููุนูุงู ู
โKeduanya biasa memakan makanan.โ (QS. Al-Maโidah: 75)
Zat yang membutuhkan makan berarti bergantung pada selainnya. Ketergantungan adalah sifat makhluk, bukan sifat Tuhan.
Penyembahan kepada berhala, pohon, kuburan, atau makhluk apa pun merupakan bentuk kehinaan bagi manusia. Orang yang bertauhid dimuliakan karena ia tidak merendahkan dirinya kecuali kepada Allah. Ia tidak meminta kepada mayat, tidak mengharap berkah dari benda, dan tidak menggantungkan nasib kepada selain Allah.
Tauhid juga merupakan sebab kemuliaan di dunia. Allah menjanjikan kekuasaan dan keamanan bagi orang-orang yang beriman dan memurnikan tauhid-Nya.
Allah berfirman:
ููุนูุฏู ุงูููููู ุงูููุฐูููู ุขู ููููุง ู ูููููู ู ููุนูู ููููุง ุงูุตููุงููุญูุงุชู ููููุณูุชูุฎููููููููููู ู ููู ุงููุฃูุฑูุถู
โAllah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih di antara kalian bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi.โ (QS. An-Nur: 55)
Janji ini terwujud pada Nabi ๏ทบ dan para sahabat. Dari kondisi tertindas di Makkah, mereka menjadi pemimpin dunia karena tauhid yang murni.
Di akhirat, kemuliaan ahli tauhid jauh lebih besar. Mereka adalah orang-orang yang paling aman pada hari kiamat.
Allah berfirman:
ุงูููุฐูููู ุขู ููููุง ููููู ู ููููุจูุณููุง ุฅููู ูุงููููู ู ุจูุธูููู ู ุฃููููุฆููู ููููู ู ุงููุฃูู ููู ููููู ู ู ูููุชูุฏูููู
โOrang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang mendapatkan keamanan.โ (QS. Al-Anโam: 82)
Semakin sempurna tauhid seseorang, semakin besar rasa aman yang Allah berikan kepadanya, baik di dunia maupun di akhirat.
Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa Allah membuka pintu surga setiap hari Senin dan Kamis, lalu mengampuni setiap hamba yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. (HR. Muslim)
Bahkan dalam hadits qudsi disebutkan bahwa jika seorang hamba datang membawa dosa sepenuh bumi, namun ia tidak berbuat syirik kepada Allah, maka Allah akan mendatanginya dengan ampunan sepenuh bumi pula.
Ahli tauhid juga merupakan orang yang paling ringan hisabnya. Bahkan di antara mereka ada yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab, sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang tujuh puluh ribu orang yang bertawakal sempurna kepada Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)
Mereka tidak bergantung kepada jimat, tidak percaya tathayyur, dan tidak menggantungkan nasib kepada makhluk, tetapi menyerahkan seluruh urusannya kepada Allah Subhanahu wa Taโala.
Selain itu, ahli tauhid adalah orang yang paling berbahagia dengan syafaat Nabi Muhammad ๏ทบ. Rasulullah ๏ทบ bersabda:
โOrang yang paling bahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan la ilaha illallah dengan ikhlas dari hatinya.โ (HR. Bukhari)
Kesimpulannya, tauhid adalah sumber seluruh kemuliaan. Ia memuliakan manusia di dunia dengan ketenangan, kekuatan, dan keberkahan. Ia memuliakan manusia di akhirat dengan keamanan, ampunan, ringan hisab, dan syafaat. Karena itu, kewajiban terbesar seorang hamba adalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah dan menjauhi seluruh bentuk kesyirikan, baik besar maupun kecil.
Wallahu aโlam bish-shawab.
